Peningkatkan Kualitas Guru

 

PENINGKATAN KUALITAS GURU

 

 

 

Disusun Oleh :

 

KELOMPOK 2

  1. 1.     Enok Pujiawati
  2. 2.     Fredy Pratama Putra
  3. 3.     Ida Widianingsih
  4. 4.     Iin Indrawati
  5. 5.     Ika Wahyuni

       Fakultas/Prodi      : FKIP B.INGGRIS

Kelas                         : 3 B1

Dosen                      : Evi Fitria, M.Pd

Mata Kuliah                        : Etika Profesi Keguruan

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

T.A 2012/2013
KATA PENGANTAR

 

Puji syukur  kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Etika Profesi Keguruan yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Guru” .

Shalawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan sertamenyampaikan kepada kita semua ajaran rukun iman dan rukun Islam yang telah terbukti kebenarannya.

Dibalik terselesaikannya makalai ini, ada seseorang bijak yang sangat mendorong kami untuk menyelesaikan dan banyak pihak yang memberikan bimbingan , nasehat,petunjuk, kritik, dan saran yang membangun dalam melaksanakan praktik baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama dosen kami, Evi Fitria, M.Pd

Dalam hal ini penyusun menyadari masih banyak kekurangan  dalam penyusunan makalah ini,untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para  pembaca demi perbaikan makalah selanjutnya.

Semoga makalah yang telah kami susun ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita.

 

 

Tangerang, Oktober 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

…………………………………

1

Daftar Isi

…………………………………

2

BAB I Pendahuluan

…………………………………

3

BAB II Pembahasan

 

 

  1. Hakikat kualitas guru

…………………………………

4

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi turunya kualitas guru

…………………………………

4

  1. Macam-macam Peningkatan Kualitas Guru

…………………………………

5-8

  1. Sasaran Sikap Kualitas Guru

…………………………………

9-10

BAB III Kesimpulan

…………………………………

11

Daftar Pustaka

…………………………………

12

Lampiran-lampiran

…………………………………

13-14

 


 

BAB I Pendahuluan

  1. Hakikat Kualitas Guru

Kualitas Guru

Secara singkat dapat dikatakan bahwa guru yang berkualitas atau yang ber – kualifikasi, adalah yang memenuhi standar pendidik, menguasai materi/isi pelajaran sesuai dengan standar isi, dan menghayati dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses pembelajaran. Kriteria-kriteria tersebut telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan, yaitu UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, PP No. 19 Tentang Standar Nasional Pendidikan dan serangkaian Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (dalam makalah ini Keputusan Mendiknas yang digunakan terutama adalah Kepmen No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Kompetensi didefinisikan oleh Lefrancois,1 sebagai kapasitas untuk melakukan sesuatu, yang dihasilkan dari proses belajar. Selama proses belajar stimulus akan bergabung dengan isi memori dan menyebabkan terjadinya perubahan kapasitas untuk melakukan sesuatu.

Apabila individu sukses mempelajari cara melakukan satu pekerjaaan yang kompleks dari sebelumnya, maka pada diri individu tersebut pasti sudah terjadi perubahan kompetensi. Perubahan kompetensi tidak akan tampak  apabila selanjutnya tidak ada kepentingan atau kesempatan untuk melakukannya.

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pengembang ilmu. Interaksi atau timbal balik antara guru dengan peserta didik merupakan salah satu faktor terpenting dan wajib dalam dunia pendidikan, karena hasil interaksi itulah yang akan menghasilkan suatu Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan peserta didik disini maksudnya adalah interaksi educative yang bukan hanya sebatas pada penyampaian ilmu tetapi juga melibatkan usaha sikap, tingkah laku, dan nilai-nilai kepada peserta didik yang sedang belajar.

Guru merupakan penyandang tugas yang sangat penting dalam dunia pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, yaitu dalam bentuk pengabdian. Sedikitnya ada tiga tugas utama seorang guru yaitu tugas mengajar, mendidik dan melatih. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik berarti mengembangkan nilai-nilai kehidupan dan agama. Dan melatih berarti mengembangkan potensi dan intelegensi peserta didik.

Dalam sebuah hadits berbunyi “Apabila suatu urusan (pekerjaan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka waspadalah saat datangnya kehancuran (kegagalan).” H.R. Bukhari (dalam Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd dan Dr. Iskandar, M.Pd) . Artinya seorang guru haruslah berkualitas pada apa yang ia kerjakan. Berkualitas disini maksudnya berprofesional bahwa segala sesuatunya merupakan hal wajib yang harus dimiliki, dikuasai dan dijalankan oleh seorang guru dimanapun ia berada. Karena guru merupakan wujud pencitraan baik dari sikap, tingkah laku ataupun tindakan yang berlangsung secara kontinyu di lingkungan pendidikan khususnya dan di masyarakat umumnya.

 

 

BAB II Pembahasan

Guru merupakan suatu profesi yang unik, karena profesi guru hanya dapat diperoleh pada lembaga yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang profesi fungsional guru.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi turunnnya kualitas guru
  • Rendahnya dana untuk pendidikan.
  • Kurangnya sarana dan prasarana untuk pendidikan.
  • Tertinggalnya pendidikan di Indonesia dengan negara-negara lain.
  • Gaji guru yang kurang sesuai dengan apa yang diberikan kepada peserta didik.
  • Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia.
  • Masih banyaknya guru honor di Indonesia
  • Terlalu lamanya jenjang pengabdian seorang guru hingga menjadi Pegawai Negeri Sipil

Beberapa alasan seseorang menjadi pendidik, yaitu :

  1. Berkembang dengan sifat naluriah
  2. Berhubungan dengan kemanfaatan umum
  3. Berhubungan dengan unsur yang dikerjakan
  4. Berpartisipasi dalam mengembangkan potensi dan intelegensi peserta didik
  5. Ikut serta dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas
  6. Ikut serta dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.

 

Mengapa Guru Harus Berkualitas ???

  1. Karena guru bertanggung jawab menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi.
  2. Karena guru bertanggung jawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Menyiapkan peserta didik untuk menjadi seorang pemimpin masa depan.
  3. Karena guru bertanggung jawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi.
  4. Karena guru merupakan pengembang ilmu pengetahuan
  5. Karena guru adalah panutan dimanapun ia berada, maka guru haruslah sempurna tidak hanya teori tapi juga praktik dan implementasinya terhadap lingkungan sekitar.
  6. Karena guru akan mendampingi peserta didik untuk mengubah dunia.


 

Macam-macam Peningkatan Kualitas Guru :

  1. 1.      Kompetensi Keguruan

Kompetensi keguruan merupakan suatu bentuk kewenangan untuk memutuskan sesuatu mengenai pengajaran, pendidikan, dan metode pengajaran.

Berdasarkan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Bab IV Kualifikasi dan Kompetensi, Pasal 6 menyebutkan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, serta memiliki sertifikat profesi.

 

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi guru sebagaimana tercantum dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 28 ayat 3 (dalam Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd dan Dr. Iskandar, M.Pd) yaitu :

 

 

  1. Kompetensi pedagogik yaitu merupakan kemampuan dalam mendidik peserta didik yang meliputi :
    1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
    2. Pemahaman terhadap peserta didik
    3. Pengembangan kurikulum / silabus
    4. Perancangan pembelajaran yang kreatif dan inovatif
    5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
    6. Evaluasi hasil belajar, dan
    7. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang di milikimya
    8. Kompetensi kepribadian

Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah komponen-komponen yang akan mendukung kemampuan pribadi dan karakteristik guru agar pelaksanaan tugas guru dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Beberapa kompetensi kepribadian guru itu meliputi :

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Percaya kepada diri sendiri
  3. Tenggang rasa dan toleran
  4. Bersikap terbuka dan demokratis
  5. Sabar dalam menjalankan profesi keguruannya
  6. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya
  7. Memahami tujuan pendidikan
  8. Mampu menjalin hubungan insan
  9. Mampu memahami kelebihan dan kekurangan diri
  10. Kreatif dan inovatif dalam berkarya

 

  1. Kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagian dari masyarakat untuk :
    1. Berkomunikasi lisan dan tulisan
    2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
    3. Bergaul secara efektif bagi peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik
    4. Bergaul secara sopan santun dengan masyarakat sekitar
    5. Kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi :
      1. Konsep, struktur, dan metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar
      2. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah
      3. Hubungan konsep antar mata pelajaran yang terkait
      4. Penerapan konsep-konsep keilmuan dan kehidupan sehari-hari
      5. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional.

 

  1. 2.      Sertifikasi Guru

Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Adapun tujuan  sertifikasi guru :

1)      Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik professional

2)      Meningkatkan proses dan hasil pembelajar

3)      Meningkatkan kesejahteraan guru, serta

4)      Meningkatkan martabat guru dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Dari uraian diatas mengenai sertifikasi guru, kami menyimpulkan bahwa proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen, bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga professional.

 

  1. 3.      Kode etik profesi keguruan

Menurut  UUD No 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian. Pasal 28 UUD ini dengan jelas menyatakan bahwa” pegawai negri sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan diluar kedinsan”. Dalam penjelasan UUD tersebut dinyatakan bahwa dengan adanya kode etik ini, pegawai negeri sipil sebgai aparatur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat mempunyai pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari.

 

Tujuan kode etik guru

1)      Untuk menjunjung tinggi martabat profesi

Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat, agar meraka jangan sampai memandang rendah terhadap profesi yang bersangkutan.

2)      Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya.

Dalam hal kesejahteraan lahir para anggota profesi, kode etik umumnya memuat larangan-larangan kepada para anggotnya untuk melakukan perbutan-perbuatan yang merugikan kesejahteraan para anggotanya.

3)      Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi

Tujutn lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi, sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugasnya.

4)      Untuk meningkatkan mutu profesi

Untuk meningkatkan mutu profesi kode etik jugamemuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk mningkatkan mutu pengabdian para anggotanga.

5)      Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi

Untuk meningkatkan mutu  organisasi profesi, maka di wajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartisipasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang di rancang organisasi.

 

 

 

 

 

Sasaran Sikap Kualitas Guru

 

  1. 1.      Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Karena itu, guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan, sehingga dapat melaksanakan ketantuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. Sebagai contoh, peraturan tentang kurikulum sekolah, pembebasan uang sumbngan pembiayaan pendidikan(SPP), penyelenggaraan evaluasi belajar tahap akhir(EBTA).  Maka dari itu, guru Indonesia harus tunduk dan taat kepeda pemerintah Indonesia dalam menjalankan tugas  pengabdiannya.

  1. 2.      Sikap terhadap organisasi profesi

Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Dasar ini menunjukan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinan, agar lebih berdayaguna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk ikut membawakan misi dan memantapkan profesi guru.

  1. 3.      Sikap terhadap teman sejawat

Dalam ayat 7 kode etik guru disebutkan bahwa “ guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.” Ini berarti bahwa: (1) guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesame guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan didalam dan di luar kerjanya.

  1. 4.      Sikap terhadap anak didik

Dalam kode etik guru Indonesia dengan jelas di tuliskan bahwa: guru berbakti dan membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa  Indonesia.

  1. 5.      Sikap terhadap tempat kerja

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktifitas. Hal ini di sadari dengan sebaik-baiknya oleh setiap guru, dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dalam lingkungannya.

 

 

 

  1. 6.      Sikap terhadap pemimpin

Sebagai seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) guru akan selalu berada dalam bimbingn dan pengawasan pihak atasan.

  1. 7.      Sikap terhadap pekerjaan

Profesi guru berhubungan dengan anak didik, yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan dengan peserta didik yang masih kecil.

 

Dari paparan pendapat-pendapat diatas, kami menyimpulkan bahwa :

Seorang guru harus menjaga sikapnya dimanapun ia berada, apapun yang sedang ia lakukan dan apapun situasinya. Seorang guru haruslah bijaksana dalam segala hal karna kebijaksanaan akan mencerminkan kualitas guru yang sesungguhnya. Suatu sikap akan mencerminkan karakter seorang guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang bisa menempatkan dan menjaga sikapnya dimanapun ia berada.

 

 

 

BAB III Kesimpulan

Dari penjelasan yang sudah kami paparkan, kami menyimpulkan bahwa profesi guru menuntut kualitas. Karena itu jabatan guru merpakan jabatan professional yang pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Sebagai seorang yang berkualitas, guru harus selalu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan terus menerus. Sebagai jabatan, harus dapat menjawab tantangan perkembangan masyarakat, jabatan guru harus selalu di kembangkan. Dalam bersikap pun guru harus selalu mengadakan pembaruan sesuai tuntutan tugasnya.

Kriteria jabatan kualitas antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan yang cukup lama, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesimbungan, merpakan karir hidup dan keanggotanaan yang permanen, mementingkan layanan, mempunyai kode etik yang ditaati oleh anggotannya.

 

 

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Mukhtar; Iskandar. 2009. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta; Gaung Persada Press.

Soetjipto; Kosasi, Raflis. 2011. Profesi Keguruan. Jakarta; Rineka Cipta.

 

INTERNET

http://sertifikasiguru-r10.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s